Hosting dan Domain

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang provider hosting dan registrasi domain, tidak kengkap rasanya jika dalam journal ini kami tidak pernah membahas mengenai pengertian dan istilah-istilah dalam bidang tersebut. Berikut adalah pengertian dan istilah yang berhububungan dengan hosting dan domain menurut versi kami.

Hosting adalah jasa layanan internet yang menyediakan tempat untuk menyimpan informasi yang bisa diakses dimanapun. Informasi tersebut diantaranya http(website), FTP(transfer file), email atau DNS.

Shared Hosting adalah suatu layanan hosting yang digunakan secara bersama-sama dengan user lain. Artinya dalam satu server tersebut terdapat beberapa account yang dibedakan antara account satu dan lainnya dengan username dan password. Dalam hal ini ada 3 kategori, yaitu Personal hosting, profesional hosting dan enterprise hosting.

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server hosting pada jaringan internet. Domain ini untuk mempermudah penyebutan atau pemanggilan data/informasi pada sebuah server. Seperti kita ketahui, untuk mengakses ke lain komputer kita harus menggunakan IP Address. Nah domain ini merupakan alias untuk menggantikan rentetan IP Address tersebut.

TLD adalah nama belakang atau ekstensi dari domain. Contohnya adalah com org info net biz co.id dll.

Name Server(NS) merupakan alamat atau lokasi dari suatu server. Misalnya kita mempunyai domain sayaganteng.com yang tersimpan di server. Untuk menuju kesana, pihak menyediakan NS supaya memudahkan dalam pengaksesan data.

Domain Name Sistem(DNS) adalah aturan yang dipakai dalam penamaan nama domain. Selain DNS ada istilah Propagasi DNS yaitu proses penyebaran dari DNS supaya dikenali oleh seluruh jaringan internet.

Domain Name ini hanya aktif satu dalam satu dunia. Jadi jika domainnya sudah aktif, maka anda tidak bisa memesan nama tersebut. Selain itu juga domain tidak bisa direname atau dihapus, yang ada hanya aktif atau tidak. Jadi sebelum memilih domain, pikirkan dengan matang nama yang akan anda ambil.


Mengenal Lebih Dekat Website

Website adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet. Website merupakan komponent atau kumpulan komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara animasi sehingga lebih merupakan media informasi yang menarik untuk dikunjungi. Secara garis besar, website bisa digolongkan menjadi 3 bagian yaitu:

  • Website Statis
  • Website Dinamis
  • Website Interaktif

Website Statis adalah web yang mempunyai halaman tidak berubah. Artinya adalah untuk melakukan perubahan pada suatu halaman dilakukan secara manual dengan mengedit code yang menjadi struktur dari website tersebut.

Website Dinamis merupakan website yang secara struktur diperuntukan untuk update sesering mungkin. Biasanya selain utama yang bisa diakses oleh user pada umumnya, juga disediakan halaman backend untuk mengedit kontent dari website. Contoh umum mengenai website dinamis adalah web berita atau web portal yang didalamnya terdapat fasilitas berita, polling dan sebagainya.

Website Interaktif adalah web yang saat ini memang sedang booming. Salah satu contoh website interaktif adalah blog dan forum. Di website ini user bisa berinteraksi dan beradu argument mengenai apa yang menjadi pemikiran mereka. Biasanya website seperti memiliki moderator untuk mengatur supaya topik yang diperbincangkan tidak keluar jalur.

Apapun jenis website anda, pada dasarnya adalah sama, yaitu mengacu kepada penyampaian informasi dengan target market yang tanpa batas. Oleh karena itu, dalam SLA kami tidak mengijinkan website yang berisi kontent porno atau penipuan. Supaya informasi yang disampaikan benar-benar bermanfaat dan bersikap mendidik

Cara Upload MySQL Database

Kali ini kami akan ajak anda untuk mengetahui cara meng-upload database anda ke website dengan menggunakan phpmyadmin

MySQL memiliki fasilitas yang dinamakan “MySQL Dump”. Biasanya digunakan untuk melakukan backup pada database, atau untuk melakukan transfer data ke server. Cara termudah untuk melakukan dumping pada database MySQL anda adalah melalui phpmyadmin

Catatan kecil: phpmyadmin adalah sebuah tools yang dibuat menggunakan PHP dan digunakan untuk mempermudah administrasi terhadap database MySQL

Pada Komputer Lokal
Dalam contoh ini, kami menggunakan phpMyAdmin 2.6.1-pl3 pada komputer lokal, langkah-langkahnya:
a. ketikkan path ke phpmyadmin pada localhost anda
1

b. pilih database yang ingin anda dump,
2
Terdapat di sebelah kiri phpmyadmin

c. jika telah anda telah memilih database, maka phpmyadmin akan menampilkan tabel-tabel yang terdapat pada database tersebut.
3

d. klik pada bagian “Export”
4

e. Sekarang anda berada pada bagian option yang menentukan “Bagaimana cara database anda akan di dump”,
5

Catatan pada menu option:
• Export: Pilihan bagaimana dump dari database anda akan ditampilkan. Defaultnya adalah SQL.

6
Jika anda akan menggunakan dump dari database untuk ditransfer ke website anda, maka gunakan SQL.

• SQL option: opsi2 mengenai query apa saja yang akan digunakan pada dump database anda.
7
Opsi2 untuk export menggunakan SQL

• Save as File: Jika anda ingin hasil dump database langsung disimpan, maka centang bagian ini
8
pada bagian ini, anda juga dapat memilih tipe kompresi untuk dump database anda

f. klik ‘go’
10

Jika sebelumnya anda mencentang bagian ‘save as file’ maka akan keluar popup window (file download).

11

Jika tidak, maka hasil dump dari database akan ditampilkan langsung di browser
12

Hasil dump yang ditampilkan di browser, sebaiknya anda copy terlebih dahulu
13

Pada Website Anda
Login ke cpanel website anda (http://domainanda/cpanel) dengan menggunakan username dan password yang telah dikirimkan oleh Rumahweb.
Setelah login, anda dapat menggunakan phpmyadmin yang sudah terdapat pada cpanel, langkah2 nya:
a. Klik pada menu ‘MySQL database’
14

• Jika anda belum membuat MySQL user, dan database di cpanel. Maka ikuti langkah berikut:
i. isikan username dan password untuk MySQL user
15
Kemudian klik ‘Add User’
Catatan: ingat baik2 username dan password yang telah anda buat, karena akan diperlukan untuk koneksi dari php ke database anda.

ii. Masukkan nama database yang ingin anda buat
16

iii. Tambahkan user ke database yang telah anda buat
17
klik add “user to db”

b. setelah anda masuk ke menu ‘MySQL database’, klik link untuk ke phpmyadmin
18

c. Kemudian pilih database yang akan anda isi dengan hasil dari MySQL dump
19

d.Lalu klik pada menu ‘SQL’
20

e. Jika anda:
a. Tidak menggunakan ‘Save as file’ untuk hasil dump database tadi, maka anda dapat melakukan copy (pada hasil dump di komputer lokal)
21

Lalu anda paste pada bagian ‘Run SQL Query’
22
Kemudian klik ‘go’

b. Menggunakan ‘Save as File’, maka anda tinggal meng-upload file hasil dump dari database tadi.
23
Klik browse, lalu

24
klik ‘open’

Kemudian, anda tinggal meng-klik ‘go’
25

Maka database anda pun selesai di upload


Cara Membuat Google Sitemap

Sebenarnya buat apa sitemap google itu? Sitemap sendiri kurang lebih merupakan sesuatu yang menggambarkan denah dari sebuah situs web. Jadi sitemap memuat informasi mengenai halaman apa saja yang ada di sebuah website, file-file gambar apa saja yang ada di sebuah website. Lantas apa itu sitemap google? Sitemap google kita buat supaya google lebih cepat mendapatkan isi website kita, terkait dengan SEO (Search Engine Optimization).

Membuat sitemap google harus mempunyai account di google terlebih dulu, jadi bagi yang belum punya silakan daftar terlebih dulu di google.

Untuk memulai membuat sitemap silakan buka http://www.google.com/webmasters. Kemudian klik pada link “Webmaster tools (including Sitemaps)”.

Setelah itu silakan login dengan mengisikan username dan password account google anda. Apabila login anda sukses maka akan ditampilkan halaman depan dari Webmaster Tools. Langkah pertama kali adalah anda mengisikan alamat web anda ke kotak masukan seperti berikut ini:

Isikan nama web site anda di kotak isian, kemudian tekan tombol OK.

Kemudian silakan verifikasi, bahwa anda adalah pemilik website tersebut, klik pada link “Verify your site”.

Pilih mode verifikasinya, misalnya “Upload an HTML file”. Pilihan ini mengharuskan anda membuat file kosong dengan nama file tertentu kemudian file tersebut diupload ke hosting web anda.

Untuk pilihan add a META tag, anda akan diminta menambahkan tag html ke dalam file index di web anda.

Selanjutnya, silakan buat file kosong dengan nama file, misalnya, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Setelah file kosong selesai dibuat, silakan upload file tersebut ke public_html dari web hosting anda. Kemudian klik tombol verify.

Apabila file verifikasi yang anda buat dan upload tadi bisa terbaca oleh web server, maka proses verifikasi selesai, dan akan menampilkan seperti pada gambar:

Kemudian, bisa anda lanjutkan untuk membuat sitemapnya. Silakan klik menu link “My Site”.

Maka akan ditampilkan halaman depan dari Webmaster tools anda, juga ditampilkan daftar situs web yang sudah anda daftarkan,

berikut dengan statusnya:

Untuk menambahkan sitemap pada situs web yang sudah anda daftarkan, silakan klik link “Add a Sitemap”.

Tapi sebelumnya sebaiknya anda buat dulu file sitemapnya. Silakan buka editor favorit anda, misalnya: Dreamweaver, PHPEd, Winsyntax, atau bahkan notepad, bagi pengguna linux bisa menggunakan vi, joe, atau bahkan emacs ;)

Format dari file sitemap adalah seperti berikut:

  • loc: adalah alamat URL dari website anda atau suatu halaman di web anda
  • lastmod: kapan terakhir kali dimodifikasi halaman tersebut
  • changefreq: periode perubahan (always, hourly, daily, weekly, monthly, yearly, atau never)
  • priority: prioritas pencatatan oleh search engine google

Berikut ini adalah contoh sitemap:

Setelah anda selesai membuat file sitemap anda, beri nama file tersebut, misalnya sitemap.xml, sebaiknya berekstensi .xml, kemudian upload ke direktori public_html di web hosting anda.

Langkah selanjutnya adalah kembali ke halaman webmaster tools di google tadi, setelah melakukan klik pada “Add a Sitemap”, maka anda diminta menentukan type sitemapnya. Silakan gunakan “Add General Web Sitemap”.

Kemudian isikan alamat URL lengkap dari sitemap anda, misalnya: http://www.namadomainku.com/sitemap.xml. Kemudian klik tombol “Add Web Sitemap”.

Apabila proses sukses maka akan ditampilkan halaman seperti berikut:

Silakan tunggu beberapa menit, kemudian refresh, maka status OK akan muncul pada sitemap yang anda buat. Sekian.

Mendaftarkan Situs ke Search Engine

Salah satu nilai lebih dari suatu website adalah terdaftar pada search engine populer sehingga mudah ditemukan dan tentu saja akan mendatangkan traffic yang lebih besar. Cara untuk terdaftar pada sebuah search engine sebenarnya cukup mudah meskipun Anda tidak dapat menyulap situs Anda untuk masuk ke halaman pertama index pencarian.

Hal - hal yang Harus dipenuhi
Untuk dapat masuk dalam daftar pencarian search engine, website Anda harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :

  • Website Anda harus mengandung unsur text
    Search engine membaca file non-binary pada website Anda. Text - text yang terdapat di dalamnya akan disimpan dalam database search engine tersebut sehingga akan muncul pada pencarian dengan kata kunci yang relevan dengan isinya. Sangat tidak disarankan membuat suatu website dalam full flash karena teknologi search engine saat ini tidak dapat membaca file flash
  • Lengkapi header di setiap halaman
    Header yang terdiri dari title, meta description, dan meta keyword harus diisi dengan kata - kata yang relevan dengan isi website. Hal ini semakin memudahkan search engine untuk menyimpan isi halaman website Anda dalam databasenya.
  • Buat semua halaman dengan lengkap
    Sebelum Anda mulai mendaftarkan website Anda pada search engine, silahkan buat seluruh halaman dengan lengkap. Jangan sampai ada deadlink. Biasanya search engine tidak banyak mereferensikan hasil pencariannya pada website yang masih terdapat banyak deadlink.
  • Sebaiknya membuat sitemap
    Untuk mempermudah search engine menemukan halaman - halaman pada website Anda, buatlah sitemap yang berisi link ke seluruh halaman dalam website tersebut.
  • Tambahkan tag alt pada link image
    Tag alt pada image yang berkait (memiliki link) akan memudahkan search engine untuk mengcrawl halaman yang dituju oleh link tersebut.

Mendaftar di Google
Google memiliki banyak fasilitas untuk mendaftarkan website dan memasukkannya ke dalam index pencariannya. Untuk mendaftarkan suatu website di Google dapat memilih salah satu cara yang terdapat di halaman : http://www.google.com/intl/en/submit_content.html
Biasanya untuk website baru, Anda disarankan untuk mendaftarkannya melalui http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl

Mendaftar di Yahoo
Untuk mendaftarkan situs Anda di Yahoo, dapat dilakukan melalui : http://search.yahoo.com/info/submit.html

INGAT! Tidak ada jaminan
Perlu diingat bahwa tidak ada jaminan website Anda akan masuk ke index pencarian Google, Yahoo, maupun search engine lain. Masing - masing search engine memiliki mekanisme seleksi, crawl, dan indexing yang berbeda - beda.

Cara termudah untuk dapat masuk pada index pencarian adalah melalui link. Tambahkan link ke website Anda dari website lain yang halaman - halamannya telah masuk ke index pencarian.

Berkenalan dengan PHP

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman web yang paling banyak digunakan saat ini. Hasil dari NetCraft, menyatakan bahwa ada kurang lebih 52juta pengguna PHP diseluruh dunia atau kalau di persentase sekitar 70,9%. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah bahasa pemrograman.

Nah, sebelum terkagum-kagum dengan PHP, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan bahasa pemrograman website yang satu ini..

Sejarah
Sejarah PHP dimulai pada Tahun 1995, ketika Rasmus Lerdorf -seorang software development contractor - mengembangkan skrip Perl/CGI untuk mengetahui jumlah pembaca online resume-nya. Skrip tersebut mengerjakan dua hal : mencatat informasi pengunjung, dan menampilkan jumlah pengunjung ke halaman web. Waktu itu belum ada tools seperti yang dibuat oleh Rasmus, sehingga banyak developer yang mengirimkan e-mail ke Rasmus, menanyakan tentang skrip yang dibuatnya. Hal itulah yang membuat Rasmus melepas skripnya, dan diberi nama PHP (Personal Home Page).

Rasmus kemudian mulai mengembangkan banyak tambahan pada PHP, salah satu diantaranya adalah mengubah data yang dimasukkan dalam form HTML menjadi sebuah variabel. Pengubahan data ini nantinya akan memungkinkan user untuk mengekspor data ke dalam sistem mereka. Untuk menyelesaikan tambahan tersebut, Rasmus lebih memilih menggunakan bahasa C daripada Perl.

Tambahan terus-menerus kepada PHP toolset memuncak pada November 1997 dengan pelepasan PHP 2.0, atau Personal Home Page — Form Interpreter (PHP-FI). Peluncuran ini juga meningkatkan popularitas PHP, yang ditandai dengan banyaknya pengembangan dan perbaikan yang dilakukan oleh programmer di seluruh dunia.

Peluncuran PHP yang sedemikian populer, membuat sebuah tim developer bergabung dengan Rasmus. Mereka menjaga konsep penyisipan kode secara langsung ke dalam HTML, dan menulis kembali parsing engine-nya. Hal ini kemudian melahirkan PHP 3.0. Pada pelepasannya -ditahun 1998-, ada 50.000 user yang menggunakan PHP pada website mereka.

Pada tahun 1999, NetCraft mencatat ada 1.000.000 lebih pengguna PHP yang membuat PHP menjadi “the most popular scripting languages in the world”.

Dua pengembang inti PHP, Zeev Suraski dan Andi Gutmans, mengambil inisiatif untuk mempelopori pemikiran kembali tentang bagaimana PHP dioperasikan, dan kemudian mengenalkan Zend scripting engine.Hasilnya dapat dilihat dari peluncuran PHP 4.

Lalu apa keuntungan menggunakan PHP?
Keuntungan menggunakan PHP
PHP terkenal dengan 4 kelebihannya :

* Practical / Praktis :
PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat longgar dalam penulisan, dan ini meningkatkan kepraktisan buat para penggunanya. Misalnya saja programmer tidak diharuskan untuk menuliskan atau menghapus variabel. Walaupun kadang mereka juga tidak bisa mengatakan dengan mudah yang kemudian dipanggil dalam sebuah skrip, menebak formula terbaik dalam penetapan variabel secara otomatis kemudian menghapus variabel dan dan mengembalikan resource ke sistem setelah skrip berhasil di eksekusi.Pada akhirnya, PHP mampu membuat programmer lebih berpikir pada tujuan akhir dari project yang akan dibuat.

* Power
Sudah jadi rahasia umum kalau PHP mampu membuat halaman dinamis, memanipulasi form, dan dapat dihubungkan dengan database. Selain yang disebutkan tadi, ternyata PHP juga mampu melakukan hal-hal dibawah ini:
- Membuat dan memanipulasi file Macromedia Flash, gambar, dan Portable Document Format (PDF),
- Mengevaluasi sebuah password. Misal: Apakah sebuah password yang dibuat, gampang ditebak atau tidak.
- Berkomunikasi dengan LDAP
- Menguraikan string, bahkan yang kompleks sekalipun, dengan menggunakan POSIX dan Perl Based Regular Expression Library
- Berkomunikasi dengan banyak protokol, termasuk IMAP, POP3 dan NNTP
- Berkomunikasi dengan credit-card processing solution

* Possibility
Jarang ada developer PHP yang terikat pada suatu implementasi pemecahan masalah. Dilain sisi, ada banyak pilihan yang ditawarkan oleh PHP.
Contohnya ada pada database yang didukung oleh PHP. Kurang lebih semuanya ada 25 database, termasuk Adabas D, dBase, Empress, FilePro, FrontBase, Hyperwave, IBM DB2, Informix, Ingres, Interbase, mSQL, direct MS-SQL, MySQL, Oracle, Ovrimos, PostgreSQL, Solid, Sybase, Unix dbm, dan Velocis.

Kemampuan string-parsing juga bisa dianggap sebagai banyaknya kemungkinan yang ditawarkan oleh PHP. Dalam hal in, PHP memiliki lebih dari 85 function untuk memanipulasi string. Kelebihan ini tak hanya akan menawarkan keleluasaan untuk melakukan operasi string yang kompleks, namun juga menjembatani program yang memiliki fungsionalitas yang sama (seperti Python dan Perl) lewat PHP.

* Price
PHP merupakan salah satu open source software, yang dapat diartikan sebagai berikut:
* PHP dapat dimodifikasi, didistribusikan, dan diintegrasikan dengan produk lain oleh penggunanya
* Pengembangan dan auditing yang dilakukan secara terbuka.
* Semua orang bebas berpastisipasi.

Mulai tertarik? Yuk, kita lihat fitur-fitur terbarunya PHP

Fitur pada PHP 4
PHP 4 bukan merupakan versi terakhir yang sudah dikeluarkan oleh PHP, tapi versi ini masih banyak digunakan oleh para programmer website, ini dia fitur-fiturnya
* Meningkatkan penanganan pada resource yang digunakan
Kekurangan utama dari PHP 3.0 adalah skalabilitas. Para programmer masih menganggap PHP 3.0 belum mampu digunakan pada aplikasi-aplikasi berskala besar. Hal ini membuat para developer PHP berkerja keras untuk meningkatkan kemampuan penanganan resource, sehingga PHP mampu dijalankan pada aplikasi-aplikasi berskala besar.
* Dukungan pada pemrograman berorientasi objek
Fitur ini memainkan peranan penting bagi user untuk dapat bekerja dengan bahasa pemrograman berorientasi objek.
* Dukungan pada penanganan session
Penanganan pada session HTTP sebenarnya juga sudah ada pada versi PHP 3.0. Namun, masih menggunakan dukungan pihak ketiga, yaitu PHPLIB (http://phplib.sourceforge.net). nah, pada versi 4 ini, session sudah mampu ditangani langsung oleh PHP.
Fitur ini menawarkan interaksi dari website. contoh yang paling umum digunakan adalah pada proses login dan logout.
* Enkripsi
MCrypt (http://mcrypt.sourceforge.net) sudah digabung pada distribusi asli. Fitur ini menawarkan algoritma enkripsi diantaranya Blowfish, MD5, SHA1, dan tripleDES.
* Dukungan ISAPI
Fitur ini menghubungkan webserver IIS (dari Microsoft) dan PHP dan dianggap sebagai modul ISAPI.
* Dukungan COM/DCOM
Nah, kalu yang ini, anggap aja sebagai bonus buat pengguna Windows. Fitur ini memungkinkan PHP untuk mengakses objek COM dan menambah interoperabilitas dengan aplikasi yang berjalan di Windows.
* Dukungan terhadap Java
* Perl Compatible Regular Expressions (PCRE) library

Fitur pada PHP 5
PHP 5 merupakan kelanjutan dari evolusi yang berjalan pada PHP. Walaupun pada PHP 4 sudah banyak library yang ditambahkan, PHP 5 menawarkan peningkatan dari fungsionalitas dan penambahan beberapa fitur, antara lain:

* Peningkatan dari kemampuan pemrograman berorientasi objek
* Exception handling, yang menstandarisasi logika atas pemberitahuan kesalahan pemrograman.
* Peningkatan terhadap penanganan string
* Peningkatan dukungan terhadap XML dan Web Service, yang menggunakan libxml2.
* Dukungan terhadap SQLite database server

Bagaimana Cara Mengupload Website Lewat FTP ?

Ketika website anda telah selesai dibuat di komputer pribadi anda, maka proses selanjutnya yang harus ada lakukan adalah meng-upload file-file website anda ke server Rumahweb.

Untuk proses upload dapat dibagi dalam dua cara:
1. Dengan menggunakan FTP,
2. Dengan menggunakan file manager yang terdapat pada Cpanel website anda.

Artikel ini akan mencoba menuntun anda dalam melakukan proses upload dengan menggunakan FTP.
Software FTP yang digunakan sebagai contoh pada artikel ini adalah FileZilla, anda dapat men-downloadnya dari SourceForge.net . Sekedar saran, gunakan mirror yang paling dekat dengan lokasi anda, agar proses download dapat berjalan dengan cepat. Setelah download selesai, silahkan install file tersebut dan anda dapat langsung menggunakannya.

Petunjuk umum pada FileZilla:
1
Keterangan:
1. Menunjukkan isi dari komputer anda (komputer dimana FileZilla diinstall). Informasi yang diberikan adalah berupa drive-drive dan folder2 yang terdapat pada komputer anda
Anda dapat meng-klik tanda (+) untuk menuju ke folder tempat file-file yang akan di upload, atau anda dapat pula mengetikkan path langsung ke folder tersebut.
2

2. Merupakan isi dari folder yang anda tuju,
3

3. Jendela Message (pesan)
Berisi respon dari perintah yang dikirim oleh FileZilla, pesan2 tersebut dapat berupa:

Status:
Menunjukkan status dari operasi yang dilakukan. Contohnya: “Connecting to (server)…” atau “Retrieving directory listing…”
Error:
Merupakan pesan kesalahan (selalu ditunjukkan dengan warna merah).Terjadi jika terdapat kesalahan pada operasi yang dilakukan atau bisa juga karena sebuah operasi dihentikan secara langsung oleh pengguna.
Command:
Menunjukkan perintah yang sedang dikirim oleh FileZilla ke server
Response :
Menunjukkan respon yang diberikan oleh server. Jika pada digit pertama menunjukkan angka 2 atau 3 berarti operasi yang dilakukan sukses, jika 4 atau 5 berarti gagal

4. Jendela Remote Computer (server),

5. Status transfer file.

Melakukan Koneksi ke server
4
Quick connection bar

Pada quick connection bar, anda ketikkan informasi berikut:
a. di bagian address: ketik url website anda, tanpa http:// .
b. username dan password yang digunakan secara default adalah username dan password cpanel anda
c. kosongkan saja bagian port, karena akan diisi secara otomatis oleh FileZilla (sekedar informasi, port untuk FTP adalah 21).

Upload File
5
tampilan jika koneksi berhasil

Jika koneksi telah berhasil dilakukan, maka anda dapat melakukan proses upload. Terlebih dahulu, pastikan anda masuk ke folder public_html pada website anda, karena public_html adalah folder tempat file-file anda akan ditampilkan.

6
klik dua kali pada folder public_html

Kemudian, anda dapat menseleksi file (pada local site) yang akan anda upload, lalu klik kanan, dan pilih upload.

7
anda dapat melakukannya satu persatu

7
atau semua file dan folder sekaligus

Tahap Akhir
Setelah anda selesai melakukan upload, pastikan anda menutup koneksi ke website, apalagi jika anda menggunakan internet dari fasilitas umum seperti warnet. Caranya, klik icon “disconnect from server”.
8
disconnect from server

Catatan kecil:
a. jika file anda ingin ditampilkan pada halaman depan, silahkan ubah dulu nama file-nya menjadi index.html, atau index.php
b. gunakan huruf kecil pada nama semua nama file anda.
INDEX.HTML -> tidak disarankan,
index.html -> baru benar.
c. FileZilla yang digunakan disini hanya sekedar contoh, jika anda ingin menggunakan software FTP yang lain, anda dapat mencarinya di www.download.com dengan menggunakan kata kunci FTP.
d. Jika anda ingin menambah FTP user, anda dapat melakukannya melalu “FTP Manager” pada Cpanel website anda.

PHP & MySQL: Tutorial Dasar

Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba melakukan operasi - operasi dasar pada PHP MySQL.

1. Membuat koneksi
$hostmysql = “localhost”;
$username = “mysqlusername”;
$password = “mysqlpassword”;
$database = “namadatabase”;

$conn = mysql_connect(”$hostmysql”,”$username”,”$password”);
if (!$conn) die (”Koneksi gagal”);
mysql_select_db($database,$conn) or die (”Database tidak ditemukan”); >

Penjelasan Script:
a. mysql_connect
digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:
mysql_connect(”localhost”,”username”,”password”);
b. mysql_select_db
untuk memilih database yang akan digunakan.
c. if (!$conn) die (”Koneksi gagal”);
jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan

Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka kita melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.

2. Membuat tabel pada MySQL
include (”konfig.php”);
mysql_query(”CREATE TABLE user (
namadpnVARCHAR(20),
namablkg VARCHAR(20),
negara VARCHAR(20))”); ?>

Penjelasan script:
1. include (”konfig.php”);
perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).
2. mysql_query
format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query).
mysql_query akan sering dijumpai pada artikel kali ini.

3. Memasukkan data pada tabel
include (”konfig.php”);
$insert = “INSERT INTO users (namadpn,namablkg,negara)
VALUES (’Saya’,'Sendiri’,'Indonesia’)”;
mysql_query($insert) or die (”tidak dapat memasukkan data ke tabel”);?>

4 . Menampilkan data dari tabel
include (”konfig.php”);
$query = “SELECT * FROM user”;
$result = mysql_query($query);
$numrows = mysql_num_rows($result);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
echo “Jumlah data: $numrows
”;
echo “Nama Depan: $row[namadpn]
”;
echo “Nama Belakang: $row[namablkg]
”;
echo “Negara: $row[negara]“;
} ?>

Penjelasan script:
1. mysql_num_rows
digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).
2. while ( ) {
}
digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).
3. mysql_fetch_array
menampilkan data dari tabel dalam bentuk array

Untuk penggunaan lainnya (hapus, update, dsb) yang berubah hanya string query-nya saja.